Dengan trilogi Batman Arkham yang sudah mereka lahirkan, yang saat ini masih terus digadang sebagai salah satu game supehero terbaik yang pernah hadir di industri game, ekspektasi yang mengarah pada apa yang dikerjakan Rocksteady Studios selanjutnya memang kuat. Konfirmasi bahwa mereka tengah mengerjakan sebuah game Suicide Squad yang berpusat di semesta yang sama sayangnya, justru menghasilkan efek yang bertolak belakang ketika ia diketahui didesain sebagai game live-service. Diperparah dengan kasus kebocoran data yang cukup fatal sebelum rilis dan kualitas yang dicemooh, situasi ini pun berdampak pada penjualan Suicide Squad: Kill the Justice League itu sendiri.
Dalam laporan finansial teranyar mereka, CFO Warner Bros. Discovery – Gunnar Wiedenfels mengaku bahwa penjualan Suicide Squad: Kill the Justice League berada jauh di bawah harapan mereka. Tidak ada angka jelas dibagi memang, namun sang CFO hanya mengingatkan para investor soal tahun “sulit” untuk bisnis gaming mereka jika dibandingkan dengan tahun lalu, dimana Hogwarts Legacy berujung jadi game terlaris di seluruh dunia. Fakta ini sepertinya tidak banyak mengejutkan gamer mengingat minimnya diskusi dan hype yang mengitari game ini setelah ia tersedia di pasaran.
Warner Bros mengakui penjualan Suicide Squad: Kill the Justice League berada di bawah harapan mereka.Sementara itu, berdasarkan data pemain aktif di Steam, Suicide Squad: Kill the Justice League juga memperlihatkan tren yang memprihatinkan. Pada saat berita ini ditulis, ia bahkan sulit untuk mencapai lagi angka 1.000 pemain bersamaan yang tentu saja jadi berita buruk untuk sebuah game yang didesain sebagai live-service. Bagaimana dengan Anda? Sempat terjun ke seri ini?
Source: IGN
https://ouo.io/peqTZBC

Leave a comment