Ketika Bungie berujung berada di bawah bendera Sony tahun lalu dengan dana sekitar USD 3,6 miliar, banyak yang melihatnya sebagai sebuah bukti komitmen Sony untuk melahirkan lebih banyak game bertipe live-service ke pasaran, sektor yang memang bukan jadi kekuatan utama mereka saat ini. Bungie sendiri terus mendorong Destiny 2 ke garda depan dengan expansion berbayar yang dijadikan sebagai pondasi monetisasi, yang harus diakui juga berujung memicu kritik tertentu. Tidak main-main, Bungie bahkan sudah mengumumkan proyek mereka selanjutnya yang bertajuk Marathon untuk jendela rilis yang masih dirahasiakan. Namun sayangnya, alih-alih berita baik, ia justru diterpa berita buruk.
Bungie berujung menjadi salah satu studio first-party Sony yang harus melalui proses pemangkasan jumlah tenaga kerja setelah Media Molecule dan Visual Arts tempo hari. Tidak ada penjelasan berapa banyak tenaga kerja terdampak, namun sang CEO – Parsons menyebut hari ini sebagai hari yang menyedihkan sembari mengucapkan selamat tinggal ke rekan kerja yang ia anggap sudah berkontribusi besar. Berdasarkan laporan Bloomberg, Bungie juga akan menunda rilis untuk dua proyek mereka – expansion Destiny 2 bertajuk “The FInal Shape” ke 2024 dan game teranyar mereka – Marathon ke 2025.
Tidak jelas apakah Bungie akan menjadi studio first-party terakhir Sony yang harus menelan pil pahit ini ataukah ini akan jadi awal untuk lebih banyak PHK di masa depan. Bagaimana menurut Anda situasi yang satu ini?
https://ouo.io/2m9fD3

Leave a comment