Tak Boleh Teriak di Game Horror Unreal Engine 5 Terbaru – DON’T SCREAM

Ada satu fenomena yang menarik lahir dari implementasi Unreal Engine 5 yang semakin sering digunakan oleh para developer, tidak hanya dari kelas AAA saja, tetapi juga indie. Bahwa engine yang satu ini benar-benar mampu terlihat realistis apabila pendekatan visual yang diambil oleh si developer menggunakan gaya kamera tubuh atau kamera lawas. Anda tentu saja masih ingat dengan proyek game FPS seperti Unrecord yang di kala pengenalannya bahkan sempat memicu keraguan tersendiri dari banyak pihak bahwa ia adalah sebuah video game. Kini, konsep hampir serupa ditawarkan oleh sebuah game horror indie – DON’T SCREAM.

Hadir sebagai game horror berbasis Unreal Engine 5 yang kembali menggunakan lensa kamera lawas sebagai “mata’ Anda, DON’T SCREAM tidak sembarang memilih nama. Tujuan dari game ini adalah bertahan untuk tidak berteriak sama sekali selama satu siklus cerita yang berdurasi sekitar 18 menit. Begitu Anda berteriak, Anda akan dihitung gagal. Benar sekali, DON’T SCREAM akan membutuhkan mic sebagai salah satu syarat permainan. Dikembangkan oleh hanya dua orang bernama Joure & Joe, DON’T SCREAM juga mengklaim datang dengan sumber ketakutan yang dinamis, sehingga Anda tidak bisa memprediksinya.

Anda akan dihitung game over jika berteriak saat memainkan Don’t Scream.

Akan hadir dalam format Early Access lebih dahulu via Steam, sang developer ingin Anda menjadikan game ini sebagai tantangan lucu untuk digunakan ke anggota keluarga Anda yang lain, terutama yang non-gamer. Terlihat menarik untuk Anda?
https://ouo.io/aqGfQ1

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started